Kamis, 01 Maret 2012 | By: DIAN - NIDA - BLOG

ME-NU-LIS


MENULIS
Menulis dengan hati
Pena hanya sebagai perantara
Jembatan antara hati dan kata
Bersatu padu dengan rasa
Ilusi dengan cerita
Berputar dan menghasilkan karya
Menggubah yang lama
Dengan kesegaran yang berbeda

Menulis dengan hati
Luka tiada tara
Menjadi sebuah perbincangan antara kertas dan pena
Terekam dalam kumpulan kata
Dengan alur nyata
Menyajikan gumpalan makna
Dengan personifikasi di dalamnya
Semua terasa indah

Menulis dengan hati
Bintang dan bulan menjadi saksi
Berubahnya kata menjadi sebuah cerita
Malam menjadi setting terindah
Di saat cerita menjadi nyata
Membangunkan jiwa yang hampa
Mengungkapkan kisah yang mengalunkan nada
Mendengarkan nada dalam alunan kata

DDIIAANN
Minggu, 26 Februari 2012 | By: DIAN - NIDA - BLOG

DIARY .... OH .... DIARY .... # EPISODE 5

CONTINUED...
"Assalammu'alaikum . . . "
Yap, satu kata itu yang keluar dari mulut si Iye. suaranya terdengar nggak seperti biasanya. serak. mungkin dia abis manggung semaleman di kamar mandinya. Soalnya kemarin suara batin gue bilang kalo dia lagi bahagia bersama ember, gayung dan sejenisnya.

Gue bales salamnya. Dia tersenyum. senyum yang paling manis kelima di dunia ini. yang pertama senyumnya gula, yang kedua senyumnya cokelat, yang ketiga senyumnya gulali, yang keempat senyumnya lolipop, dan yang kelima senyuman Si Iye.

Tahu nggak gue bales senyumannya dengan apa?
Hmmm..... berhubung waktu itu (saja) gue lagi badmood, ya gue tinggal Si Iye pergi. di kejauhan gue lihat Iye masih terpaku menatap kepergian gue. Tenang aja Ye, gue nggak bakal ninggalin lo secara permanen kok. gue bakal setia. Ibarat perangko, gue cuma maunya nempel di surat yang pengirimnya adalah nama lo. Ihiiirrrr.......

Kayaknya Diary udah mulai ngejek gue nih. wkwkwkwk. Jangan pernah bosen dengerin curhatan gue ea Di. Sebisanya gue bakal nemenin lo semampu gue. Eits, tapi satu hal yang nggak bakal mau gue lakuin ke lo, yaitu mandiin lo. kalo lo mandi pasti lo lupa sama gue. makanya, gue selalu sedih kalo lo mandi. Lo bakal ngehapus memory lo tentang gue. tahu nggak diary, Gue orangnya jarang banget nangis. semenjak ketemu lo, gue jadi sering banget nangis. cengeng. Arrrgggghhhh..... Masa lalu gue baru gue rasain sensasinya. Brrrr...... gue kedinginan. Dingin malam yang seakan menghujam sampe ke tulang rusuk. Angin juga lagi nggak bersahabat. air mata yang gue pendam dalam-dalam memaksa keluar dari tempat tinggalnya. mau gimana lagi, mungkin udah saatnya air mata gue bicara. Bicara tentang beban yang selalu terlimpahkan ke dalamnya. dan kini ia telah lelah menghimpun beban yang entah telah seberapa beratnya. Sorry.......

Tears come in the true time. like now.

TO BE CONTINUED #EPS 6
Sabtu, 25 Februari 2012 | By: DIAN - NIDA - BLOG

Getaran HP, Resonansi Cinta


Getaran HP, Resonansi Cinta
({}--------------------------------{})

Malam itu, bulan Januari. Di pojok meja di bagian tengah, gue ngelihat seberkas cahaya tak berbekas. Cahayanya lembut, taksilaukan mata gue. Gue panik, cahaya itu tiba-tiba hilang, tibggalkan jejak di kedua mata dan kedua mata kaca gue. Cahaya yang kurindukan. Cahaya HP gue. Cahaya yang selalu menyinari untaian kata, hasil tarian jari keypad HP seorang gadis di ujung sana. Untaian kata itu, kini tercerai-berai. Inginku meroncenya kembali, dengan sebuah kata maaf di awalnya. Maaf, maaf, maaaaaaaaaaaafffffffff!!!!!. Aku minta maaf. Aku lapar kata maaf yang keluar dari mulut seorang gadis di ujung sana.
Ceritanya diawali di malam hari, saat matahari bersinar terang.
Upppsss. . . . Maksud gue matahari yang selalu menyinari kala gue belajar. Ahhh…. Sayang beribu sayang, sinarnya tak seterang kemarin. Saat seseorang di ujung sana menampakkan sesuatu yang beda dalam dirinya. Ya, dia beda dari yang lain. Dia telah merampas seluruh perhatian gue. Tahu nggak sejak kapan? Sejak pertama kali dia sms gue.
SMS itu berbunyi: “Cinta itu datang tak di undang, hilang tak di halang. Dan kau telah hadir secara tiba-tiba, meluruhkan jiwa yang sedang hampa. Merobek patahnya ranting yang telah hidup menemani rindunya. Kau…. Nyaris tak ku kenal namamu. Dalam balutan awan yang tak lagi biru. Ku temui sisi dirimu, dan ku satukan dengan sisi diriku…. Dan Cinta itu kini memenjarakan hatiku. Tak ada sebab, namun ada akibat. Itulah Cinta.
…………Pingsan gue…………………………….
Dan nyatanya gue emang nyaris pingsan! Kata-katanya itu lo. Sampai membikin bulu kuduk gue merinding. Dia nyolong kata-kata kayak gitu dari mana sih? Dari para pujangga? Dari bank kata? Atau ………………. Ahhh sulit menebak-nebak, karena sampai kapanpun tebakan gue nggak akan nada yang bales, kecuali angin yang setiap saat mengawal gue.
Berhari-hari kujalani jalinan kata dengan seorang ‘dewi cinta’. Yang mengirimkan kata-kata indahnya tiap gue haus akan cinta. Ahhh…. Gue emang nggak kenal sama yang namanya cinta. Ngomongin cinta aja gue udah kagok duluan. Tapi, setelah gue kenal sama ‘dewi cinta’, gue udah mulai menjelma menjadi ‘dewa cinta’!
HP gue semakin sering mengeluarkan getaran-getaran yang mana tiap getarannya mengundang beribu kebahagiaan. Gue selalu ngelirik layar HP di saat apapun. Sampe-sampe waktu belajar gue kesita cuma buat ngelirik HP bermotif menunggu balasan sms dari sang ‘dewi cinta’.
Gue nggak tahu siapa sebenernya cewek yang ngirimin gue sms-sms romantis tiap hari. Tapi, gue pengen tahu. Keingintahuan gue berwujud perubahan penampilan gue sebagai seorang detektif! Pulang sekolah gue pakai jaket detektif gue yang udah sebulan nggak gue cuci. Dengan sigap gue meneliti gerak-gerik setiap cewek yang ada di sekolah gue. Hmmm…. Gue nemuin gerak-gerik aneh dari seorang cewek.
“Hai lo, ngapain liatin gue! Lo pikir gue apaan!”
Plaaakkkkkkkk……
Auhhhh….. dan tamparan itu mengenai pipi mulus gue. Sial, gue salah sasaran!
Target kedua gue adalah Mita. Dia cewek paling populer di sekolah. Gue perhatiin dia. Semakin gue perhatiin gerak-geriknya makin aneh. Dia senyum-senyum sendiri sambil memencet-mencet keypad HP nya. Gue makin penasaran saat tahu nomor yang ada di layar HPnya. Ohhhhhh…… itu nomor gue!
“Jaim, lo ngapain? Bukannya ini udah jam pulang ya?” tanyanya.
“Gu… gu …. Gue …. Gue kebelet pipis……….”
“Haaaaaaaa??????”
Ahhh, bodoh banget sih gue. Sumpah gue malu banget!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

COMING SOON
Jumat, 17 Februari 2012 | By: DIAN - NIDA - BLOG

DIARY .... OH .... DIARY .... # EPISODE 4

CONTINUED . . . .

........ "Si Iye itu seseorang yang namanya . . . . . tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttt"

Gue harap Diary ngerti siapa yang gue maksud. Soalnya Iye adalah someone yang paling sering gue tulis namanya di "permukaan" Diary.......

Apa nanti Iye bakalan tahu siapa gue?
Orang yang selalu bikin ulah secara nggak langsung dan selalu ngelirik tersipu ke arahnya . . . .

Gue punya cerita . . .
Dengerin ea . . . .

Waktu itu gue baru masuk SMA. Penyesuaian masih terus berlangsung terhadap lingkungan baru gue. Di mushola gue ketemu si Iye . . . Dia habis shalat. Jujur nih ya, gue deg-degan lihat sosoknya yang menampakkan kedewasaan. Gue ngelihat ada aura malaikat di raut wajahnya. #SOOOO SWEEEEEE-A-T*

Waktu gue selesai shalat, gue masih liat dia ada di depan mushola. ngapain ya? Nungguin gue? Ah, GR banget sih lo Nida!

Eitsss.... tunggu dulu. GR gue nggak sepenuhnya salah! Dia senyum ke gue Diary!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hmmm..... jadi melting nih.
Gue bales senyumannya. Tiba-tiba dia ngucapin satu kata yang nggak asing lagi di telinga gue . . . .

TO BE CONTINUED . . . . #EPS5

DIARY .... OH .... DIARY .... # EPISODE 3

CONTINUED . . .
Gara-gara cemburu! cemburu berat.
Iye (Dia) telah melukiskan sejuta rasa di hati gue. Menorehkan berjuta luka semu. Memanjakan mimpi-mimpi indah gue. Tapi.... Kenapa gue selalu pengen segera melupakan dan menghapus segala tentang iye? Hahh... percuma. Nihil. Gue nggak sanggup ngelakuin itu.

Selasa, 14 Februari 2012 | By: DIAN - NIDA - BLOG

DIARY .... OH .... DIARY .... # EPISODE 2

CONTINUED FROM # EPS 1
Dan.... Lo tau gue jawab apa?
"Sorry deh diary, aku nggak bermaksud menyakiti hatimu yang telah berkali-kali sakit karena kelakuanku. Aku.... aku cuma minta keterus-terangan kamu. Cuma itu kok. nggak usah mendustai hatimu. aku tahu kamu nggak pernah punya hutang sama aku. Yang kuingat kamu pernah berjanji kepadaku........"
Diary menyahut.
"---------------------- " (janji apa?)

Senin, 13 Februari 2012 | By: DIAN - NIDA - BLOG

DI KUTUB!


Berlimpahnya Kehidupan
di Laut Kutub Utara

Setelah melakukan penyelidikan kehidupan bawah laut dasar laut Kutub Utara sejak lima tahun silam, para ilmuwan dari University of Alaska, Pairbank, menyatakan bahwa di dalam bentuk kehidupan  yang unik. Laut yang berkedalaman 4500 – 5000 meter itu dihuni oleh spesies ubur-ubur, cacing dan anemon laut yang sebelumnya tidak diketahui oleh dunia. Ilmu Pengetahuan. Subhanallah!

AMPAS KOPI BERMANFAAT


Khasiat Ampas Kopi

Apabila kalian selesai minum kopi, jangan dibuang dulu ampasnya! Ternyata ampas kopi sangat bermanfaat untuk melembutkan kulit tangan terutama setelah mencuci, apalagi buat kalian yang tangannya sensitive dengan sabun detergen.

Minggu, 12 Februari 2012 | By: DIAN - NIDA - BLOG

DIARY .... OH .... DIARY .... # EPISODE 1

Gue orangnya puitis. Sok puitis tepatnya. Gue seneng banget sama yang namanya Diary. Diary datang ke hidup gue sejak gue menduduki bangku kelas 2 SD. Gue udah manfaatin diary satu-satunya miliki gue itu dengan sebaik-baiknya (untungnya kagak marah xixixi...). Gue pernah iseng-iseng nulis lirik lagu yang gue kasih judul Songsonglah Matahari. Lagunya gokil. Biasa di luar. Yang lain kalah deh (orang nadanya gak jelas, mana yang do re mi.    ...... la lalalalala )....
Sejak kecil diary udah jadi temen baik gue. Sampai akhirnya Diary meminta lebih dari yang gue kasih ke dia. Lo tau apa? Dia minta gue nyerocos di kertas-kertas yang terbendel di dalamnya! Dan anehnya, gue mau ngelakuin itu dengan segenap keikhlasan gue. Yang lebih anehnya lagi, Diary gue menyatakan perasaannya ke

CINTA . . . . .


Cinta tak perlu diungkapkan dengan kata-kata karena cinta itu indah tanpa kata-kata. Yang diinginkan oleh cinta adalah pembuktian. Cinta itu berani. Tak pernah takut menghadapi aral melintang. Cinta itu pasti. Tak pernah ada keraguan. Cinta tak perlu makna, karena ia sudah bermakna. Cinta tak perlu janji. Karena janji itu pasti palsu. Cinta hanya perlu pengakuan dengan suci. Dengan ikatan pernikahan. Cinta tanpa ikatan adalah cinta yang tak cinta. Cinta tanpa ikatan tak bisa disebut cinta. Itu hanya nafsu belaka. (DDIIAANN)