Minggu, 16 November 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

HUJAN DI ATAS MALAM

Malam ini kudengar beragam suara alam. Mulai dari gemuruh awan sampai damai rintik hujan. Sepoi angin mengiringi berjalannya detak sang pemilik angka yang terus berganti tanpa punya jeda. Naluri terenyak oleh bisikan dari dunia masa depan tentang segala macam deadline dan tumpukan kertas yang harus dibereskan esok hari juga. Lelah, jenuh, gelisah, emosi yang naik turun. Sudah biasa kala menikmati menjadi tombak utama untuk menghadapi. Hari akan melebur menjadi rentetan jam yang bergumam. Jam akan bercecer menjadi jajaran menit yang melilit. Menit akan memvonis menjadi tetesan detik yang memantik. Waktu akan selalu seperti itu. Hingga jiwa-jiwa perlahan melayang merentangkan satu asa... menuju jejak pendahulu... meluap menuju permukaan abadi... Waktu akan tetap seperti itu...
Minggu, 19 Oktober 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

PUISI "aku"

Satu-satunya puisi dari kelas satu SMP yang tak pernah kulupakan....
Puisi yang menyimpan sejuta cerita tentang masa-masa yang takkan pernah kualami lagi, tapi terekam dalam tiap bait "aku". Chairil Anwar dengan AKU yang membuat "aku" mengingat "aku".
"aku"

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak! juga kau!
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang, menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari 
berlari.
hingga hilang pedih peri
Aku aku akan lebih tidak peduli!
Aku mau hidup seribu tahun lagi

--Chairil Anwar-- AKU

Sabtu, 18 Oktober 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

EASY AND DIFFICULT, THAT'S NOT PROBLEM

"-------Begitu banyak orang bertanya tentang kehidupannya yang 'sulit', tapi hidup itu sudah ada yang mengatur kok-----------"
Bicara tentang kesulitan, saya mengingat sesuatu. Tentang masa lalu yang tidak luput dari kata sulit. Sulit berkomunikasi, sulit bergaul, sulit membaur, sulit beradaptasi, tapi ternyata baru kusadari sekarang.... sulit itu sugesti teman...! Karena mudah dan sulit adalah dua kata yang berlawanan arti tapi berjalan beriringan. Jika sulit di awal, bisa jadi dan kemungkinan besar yang terjadi mudah di solusinya. jika sulit ada di tenbgah, bisa jadi dan kemungkinan besar kemudahan ada di sela-sela kesulitan tersebut. In shaa Allah.
Seperti firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6. "Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan (5). Bersama kesulitan ada kemudahan (6)." Di dunia ini tidak ada yang mutlak benar dan mutlak salah. Setiap kebenaran dan kesalahan manusia masuk dalam hukum relativitas. Serba relatif karena pandangan dan cara analisis manusia berbeda antara satu dengan lainnya.
Kesulitan yang kita terima dalam kehidupan sehari-hari misalkan macet. Saat berada dalam kemacetan dan kita hendak menghadiri suatu acara penting, kita akan berfikir kalau itu adalah kesulitan yang akan menghasilkan hal buruk ke depannya. Namun, di tengah kemacetan yang menjebak kita malah bertemu dengan sahabat lama kita. Kebetulan, saat itu kita sedang memcari pekerjaan, dan sahabat lama kita menawari untuk berbisnis bersama mulai saat itu juga. Walaupun tidak jadi menghadiri acara penting itu, kita tetap dapat bahagia, karena di sisi lain, kemudahan datang tanpa diterka.
Lihatlah, kesulitan yang dialami di awal justru mendatangkan kebahagiaan, "Karena kemudahan yang Allah berikan tidak akan salah tempat dan waktu. Kita hanya butuh bersabar dan berikhtiar."
Kamis, 16 Oktober 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

MENGINGAT ALLAH


Itu yang kutahu..... 
Nggak ada dunia dengan kepuasan maksimal. Toh pada akhirnya semua akan lewat begitu saja, akan beralih ke rentetan kepuasan-kepuasan lainnya. Hidup kita punya Allah guys, pada akhirnya kita akan kembali pada-Nya. Ingat Allah tidak memandang waktu. Ketenangan sebagai indikasi setelah mengingatinya menjadi fakta yang tak terbantahkan. 
--Hikmah--
Rabu, 15 Oktober 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

- Seutas Senyuman Menjelang Sayu Langit -

....... Sore ini, aku mendengar seorang anak perempuan berumur sekitar 5 tahunan mengatakan empat kata yang membuatku harus merelakan bibirku merekahkan senyuman di lima detik pertama hembuskan napas .......



(Seorang perempuan paruh baya (yang awalnya tidak mengenakan jilbab) memakai jilbab di depan tokonya, si anak kecil (sebut saja cinta) menghampirinya dan memperhatikan wanita itu)

"Buk, ibuk sekarang Islam ya?" ucap cinta dengan gestur polos dan muka manisnya, seakan tidak ada beban dalam perkataannya.

"Eh, ibuk memang daridulu islam dek!" Si ibu menjawab dengan agak kesal sambil meninggalkan anaknya.
(Cinta malah tertawa, entah tawa bingung atau tawa tanda mengerti)

Sekilas percakapan ini membuatku terpana sekejap dan terbawa dalam lamunan. Bayangkan saja, seorang anak kecil yang belum tahu tentang hukum menutup aurat sudah memahami bahkan dengan refleks berkata seperti itu. Di benak anak sekecil Cinta pun seorang muslimah sudah identik dengan jilbabnya. Di benaknya, sudah terlukis seperti apa image muslimah. Masya Allah!


Menjelang sayu langit, di rabu sore nan cerah ini.... Aku belajar satu hal tentang Islam dan kehidupan. Kehidupan dengan Islam dengan seluk-beluknya, yang bahkan orang dewasa ada yang tidak mengertinya membawaku pada suatu lorong yang di dalamnya terdapat jutaan cahaya. Cahaya itulah yang akan membawaku ke tempat selanjutnya. Islam. Islam. dan Islam. Indah, sempurna, berharga.
Senin, 13 Oktober 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

SEKARANG . . .

Saya berontak dalam diam tak berkesudahan. Teringat oleh kerangka dalam keseharian. Saya mengingatnya. Mengingat serpihan demi serpihan kejadian. Saya ingat dan saya berpikir ulang. Begitu bodohnya saya. Begitu lemahnya saya hingga terjerembab pada lubang yang sama. Dan parahnya lagi, saya baru menyadarinya. Benar, Allah sayang sama saya. Allah mengingatkan saya ketika saya lengah, ketika sedang dalam kondisi resah. Dia tunjukkan berbagai puzzle kehidupan hingga terajut menjadi alur yang nyaris sempurna. Tuhanku.... Allah.... Tidak ingin lagi rasanya memilih tanpa pertimbangan dan pikir panjang. Rasanya ingin bungkam. Rasanya ingin diam.  


Sabtu, 30 Agustus 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

Detektif Qona'ah dan Detektif Qonanah

   

Hey, nama saya DNA, biasa dipanggil Dian. Teman saya NAJ berinisiatif menyelidiki suatu kasus pelik yang kita alami bersama. Terceletuk dari mulut saya kata-kata Detektif Qonanah, ceritanya sih versi perempuannya detektif Conan, akhirnya kita sepakat bahwa selama beberapa waktu nanti kita akan "menjabat" sebagai seorang detektif profesional. Siapa sangka, baru hari pertama pencetusan, sudah ditemukan satu bukti saja. Satu bukti sangat berarti. Puzzle tidak akan terpecahkan jika satu bagiannya hilang. Semua bukti harus terkumpulkan hingga menghasilkan kenyataan yang sejalan dengan logika. Semangat memecahkan kasus pertama! :)


Jumat, 01 Agustus 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

Sajak #5

Soreku terbenam oleh mentari
Di saat alam menyadarkanku akan suatu hal
Aku masih bisa membuka mata
Meraba angin
Menyentuh uap air
Menghirup udara dengan gratis
Di batas antara yang bergerak tenang dengan deburan ombak

Terpaan gerak kehidupan tak gentarkanku
Tetap kuterjang seperti aral melintang
Pasir putih membantuku 'tuk berpijak
Di atasnya aku menapak
Langkah ini satu satu menelan waktu
Ber-asa peroleh ketenangan
Berharap menikmati kesempurnaan ciptaan Tuhan

Surya di batas khatulistiwa
Menyatakan bahwa ia akan segera kembali ke peraduan
Membawa kabar kalau esok akan berbeda
Menyampaikan pesan tentang "hari ini" manusia
Sebab ku, kau, dia, mereka masih "bernyawa"
Karena kita masih membuka mata
Karena kita masih punya kata

Kuenyahkan khawatir berlebihan
Untuk renungan persembahan hati terdalam
Keelokan tak jua hilang
Jikalau hati tetap berpegang kebenaran
Di batas khatulistiwa
Aku melepas duka, lara, pedih peri
Melawan nafsu yang tlah terpatri

Di batas khatulistiwa
Antara mentari, debur ombak, dan langit kemerahan
Menjadi saksi bisu
Berdiriku disini menatap gugusan ke-Mahaan ciptaan Tuhan
Dan terus berharap dalam kalbu
Esok hari di tempat dan waktu yang sama
Aku akan lebih baik dari hari ini

Dian Nur Amalia_Di Batas Khatulistiwa ^()^







Minggu, 27 Juli 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

Sajak #4

Seperti ini










 Setelah lama lelah
Saya dengar suara berontak dalam dada
Ingin muncul sebagai "saya"
Bukan menjelma sebagai "Dian"

Manis muka manis kata
Orang bilang, tapi ku diam
Bila benar, ku tak minta katakan
Cukup anggap saja "saya" ada

Dekapan angin menyayat jiwa
Seketika itu "saya" sadar
Bukan sebagai "Dian" saya dilahirkan
Hanya waktu yang bergumam

Jingga menerpa napas
Kala ingin "saya" berkata
Rasa bungkam justru melanda
Waktu ingin "saya" menjadi "Dian"

Baik untuk menghindar
Solusikah?
Baik untuk menghadapi
Kuatkah?

Dian Nur Amalia_"Saya" bukan "Dian"




Kamis, 24 Juli 2014 | By: DIAN - NIDA - BLOG

Sajak #3

Kucoba tetap terpana
Dengan pemandangan biasa
Menjaga hati dan mata
Mengarungi fakta yang ada

Gumamku masih terdengar
Ketika genggam tak erat
Menggapai asa yang tak terucapkan
Andai saja aku bicara

Gerakku adalah fana
Seolah bukan untukku dunia dicipta
Laksana langit tanpa ungu
Samar dan gelap

Ketika aku memilihcita
Bukan tidak ada yang kukorbankan
Semu adalah malam
Ketika aku memutuskan


Karena mengaku memiliki
Karena mengaku bersama
Karena mengaku dicintai
Di suatu waktu . . .

Dian Nur Amalia_"Di Suatu Waktu"