Awan itu mengajakku ke arah sana. Arah yang penuh dengan tanda tanya. Aku mencoba menyimpan rasa, kian lam kian terasa. Aku menjaga waktu untuk tetap di tempatnya, tapi tidak bisa. Aku menundukkan pandanganku, menemui satu titik temu. Yang kunamakan itu cinta.
Sebelum ada oranye di ujung ufuk, aku menanti dengan penuh perasaan. Mengharapkan yang diharapkan untuk datang bersua. Setidaknya menoleh dan mengulum sedikit senyuman. Mungkin harapan tidak akan runtuh seketika.
Dekap kain sutra nan menyilaukan mata, senantiasa hadir tuk jadi obat sang jiwa. Ketika aku mengharapkan dia tetap ada, Yang Mahakuasa mengizinkannya. Senyap sore hanya sementara, riuh datang tanpa terduga. Ketika Aku nyaris berbahagia, Yang Maha Pencipta menjadikan senja sebagai penutup kehidupannya. -DNA-


1 komentar:
Keep writing sistaaa !!!
Posting Komentar